Banner Kabar Pers Bhayangkara

Sempat Minta Makan di Warung, Pria 70 Tahun Tewas Tertabrak KA Jayabaya di Baureno Bojonegoro

BOJONEGORO – Seorang pria lanjut usia dilaporkan meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api (KA) Jayabaya relasi Malang–Pasar Senen di jalur kereta api Km 147+6 petak Baureno–Sumberrejo, tepatnya di Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 17.15 WIB.

Korban diketahui bernama Jumadi (70), warga Dusun Tlawah, Desa Panjang, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Kapolsek Baureno AKP M. Sholeh menjelaskan, informasi awal diterima dari Petugas Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Baureno setelah mendapat laporan dari masinis KA Jayabaya. Masinis menyampaikan bahwa kereta yang melintas di jalur hilir Km 147+6 menabrak seorang pejalan kaki yang berada di atas rel.

“Menurut laporan dari masinis, korban berjalan di jalur rel kereta api,” jelas AKP M. Sholeh.

Setelah menerima laporan tersebut, petugas PPKA berkoordinasi dengan penjaga perlintasan kereta api, perangkat desa, serta Polsek Baureno untuk melakukan pengecekan dan evakuasi di lokasi kejadian.

Salah seorang saksi, Harianto, mengaku sempat bertemu korban sebelum peristiwa terjadi. Menurutnya, korban singgah di warung miliknya dan meminta makan sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

“Korban sempat mampir di warung saya dan meminta makan. Setelah itu beliau berjalan lagi dan saya tidak mengetahui arahnya,” ujar Harianto.

Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan luka berat akibat tertabrak kereta api.

Evakuasi dilakukan oleh personel Polsek Baureno bersama tim medis Puskesmas Baureno, petugas Stasiun Baureno, Satpol PP, Koramil, serta petugas perlintasan kereta api.

Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Karangkembang untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berjalan maupun beraktivitas di jalur rel kereta api karena sangat berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa.

BERITA UTAMA