BOJONEGORO – Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil Toyota Alphard dan truk trailer terjadi di Jalan Raya Padangan-Ngawi, tepatnya di wilayah Desa Prangi, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Senin (10/8/2026) sekitar pukul 22.45 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di sekitar kawasan pekerjaan perbaikan jalan yang menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas.
Berdasarkan keterangan tertulis dari Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian Nur Pratama, kendaraan yang terlibat yakni Toyota Alphard bernomor polisi S 14XX XX yang dikemudikan A (31), warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro, serta truk trailer bernomor polisi S 94XX XX yang dikemudikan W.P (44), warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Di dalam Toyota Alphard juga terdapat seorang penumpang berinisial A.A.Z (52), warga Kecamatan Kanor, Bojonegoro.
Kecelakaan bermula ketika Toyota Alphard melaju dari arah utara menuju selatan. Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di sebelah utara perbaikan jalan wilayah Tinggang, kendaraan tersebut berhenti di belakang sebuah truk yang belum diketahui identitasnya.

Toyota Alphard berhenti karena sedang menunggu antrean akibat diberlakukannya sistem buka-tutup jalur di kawasan perbaikan jalan.
Saat Toyota Alphard dalam posisi berhenti, dari arah belakang melaju truk trailer yang dikemudikan W.P.
Menurut keterangan kepolisian, pengemudi truk trailer diduga dalam kondisi mengantuk sehingga tidak mampu menguasai laju kendaraannya. Truk kemudian menabrak bagian belakang Toyota Alphard yang berada di depannya.
“Diduga pengemudi truk trailer dalam kondisi mengantuk sehingga tidak mampu menguasai laju kendaraannya. Truk kemudian menabrak Toyota Alphard yang berada di depannya,” jelas Ipda Septian Nur Pratama dalam keterangan tertulis.
Informasi awal yang dihimpun dari lokasi juga menyebutkan bahwa mobil tersebut membawa rombongan yang tengah melakukan perjalanan. Namun, tujuan perjalanan tersebut belum menjadi bagian dari keterangan resmi kepolisian yang diterima redaksi.
Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan terhadap kecelakaan serta mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.
Kawasan tersebut diketahui sedang dalam pekerjaan perbaikan jalan sehingga arus kendaraan diberlakukan sistem buka-tutup. Kondisi tersebut membuat pengguna jalan harus berhenti dan menunggu giliran melintas.
Terkait kondisi pengemudi maupun penumpang, redaksi masih menunggu informasi resmi lebih lanjut dari pihak berwenang. Demikian pula mengenai tingkat kerusakan kendaraan, redaksi belum memperoleh keterangan resmi secara lengkap.
Redaksi juga tidak menyimpulkan bahwa rasa kantuk pengemudi trailer merupakan satu-satunya faktor penyebab kecelakaan. Dugaan tersebut merupakan keterangan awal yang disampaikan kepolisian dan masih menjadi bagian dari penanganan serta pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melintas di kawasan pekerjaan jalan yang menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas.
Pengemudi kendaraan, terutama kendaraan berat, juga diimbau memastikan kondisi tubuh tetap prima dan tidak memaksakan diri melanjutkan perjalanan apabila mengalami kelelahan atau mengantuk.
Hingga berita ini disusun, polisi masih melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap kendaraan serta pihak-pihak yang terlibat dalam kecelakaan tersebut.
Kabar Pers Bhayangkara akan terus mengikuti perkembangan kejadian ini dan menyampaikan informasi berdasarkan keterangan resmi dari pihak yang berwenang.
(Red.)











