Banner Kabar Pers Bhayangkara

Kodam XIX/Tuanku Tambusai Tangani Tiga Titik Karhutla di Bengkalis dan Kepulauan Meranti

KABARPERSBHAYANGKARA.ID | PEKANBARU — Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran Kodim 0303/Bengkalis bersama tim gabungan terus melakukan pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti, Kamis (3/9/2026).

Upaya penanganan difokuskan pada sejumlah titik api dan asap yang masih muncul, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran.

Di Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, penanganan dilakukan pada areal terdampak sekitar 13 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 12,5 hektare atau 96,15 persen telah berhasil ditangani, sementara sekitar 0,5 hektare masih membutuhkan proses pendinginan secara intensif.

Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, BBKSDA, Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Pemadam Kebakaran (RPK), serta masyarakat terus melakukan penyisiran menggunakan mesin pemadam dan jaringan selang untuk menjangkau titik-titik asap yang berada di lapisan gambut.

Penanganan juga berlangsung di Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis. Dari sekitar dua hektare lahan terdampak, sekitar 0,8 hektare telah berhasil ditangani.

Petugas masih berkonsentrasi melakukan pemadaman dan pendinginan pada sekitar 1,2 hektare lahan lainnya guna memastikan titik api tidak kembali muncul dan meluas.

Sementara itu, di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti, tim gabungan menangani sekitar lima hektare lahan gambut yang terdampak kebakaran.

Dari luasan tersebut, sekitar dua hektare telah berhasil dipadamkan, sedangkan tiga hektare lainnya masih dalam proses penanganan oleh petugas di lapangan.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat koordinasi dalam menghadapi kondisi karhutla di sejumlah wilayah.

Kondisi tanah gambut yang kering, cuaca panas, perubahan arah angin, serta keterbatasan sumber air di beberapa lokasi menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam melakukan pemadaman dan pendinginan.

Meski demikian, petugas terus melakukan penyisiran dan pemantauan secara intensif untuk memastikan titik api maupun asap tidak kembali meluas.

Sementara itu, penyebab kebakaran serta kepemilikan lahan di sejumlah lokasi terdampak masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Kodam XIX/Tuanku Tambusai bersama tim gabungan memastikan operasi pemadaman dan pendinginan akan terus dilanjutkan hingga kondisi di lapangan benar-benar aman dan seluruh titik asap dapat dikendalikan sepenuhnya.

(A-R)

Tag:

BERITA UTAMA