BOJONEGORO || Sebanyak 781 siswa SMP Negeri 1 Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti upacara bendera yang menghadirkan Kapolsek Ngraho, AKP Sutaryanto, S.Pd., sebagai pembina upacara, Senin (26/10/2026) pagi. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyampaikan edukasi mengenai kedisiplinan, pencegahan perundungan, etika bermedia sosial, dan kesadaran hukum kepada para pelajar.
Upacara yang berlangsung di halaman sekolah mulai pukul 07.00 WIB tersebut diikuti Kepala SMPN 1 Ngraho, Marsono, S.Pd., M.Pd., jajaran guru dan staf sekolah, anggota Polsek Ngraho, serta seluruh peserta didik yang hadir.
Dalam amanatnya, AKP Sutaryanto mengajak para siswa menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dengan menghindari segala bentuk perundungan atau bullying. Ia menekankan pentingnya saling menghormati, menjaga ucapan dan perilaku, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti atau merendahkan teman.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, menumbuhkan rasa empati, dan belajar menghargai perbedaan. Para siswa diharapkan berani menolak perundungan serta ikut menjaga suasana belajar yang kondusif.
Selain persoalan perundungan, Kapolsek Ngraho juga mengingatkan para pelajar agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Siswa diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi ikut menyebarkan berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Penggunaan telepon genggam, lanjut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, hendaknya diarahkan pada hal-hal positif yang menunjang pembelajaran dan pengembangan diri. Para pelajar juga perlu memahami bahwa setiap aktivitas di ruang digital harus disertai tanggung jawab.
Perhatian terhadap keselamatan di jalan raya turut menjadi bagian dari amanat Kapolsek. Para siswa diimbau memahami dan mematuhi aturan lalu lintas, menjaga keselamatan saat bepergian, serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Dalam kesempatan itu, AKP Sutaryanto juga mengenalkan layanan kepolisian melalui nomor darurat 110. Layanan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meminta bantuan atau melaporkan kejadian yang membutuhkan penanganan kepolisian.
Pengenalan layanan ini diharapkan membuat para siswa mengetahui saluran yang dapat dihubungi ketika menghadapi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan petugas. Pemanfaatannya tetap harus dilakukan secara bertanggung jawab sesuai kebutuhan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan Polri kepada lingkungan pendidikan melalui penyampaian pesan-pesan preventif secara langsung kepada generasi muda. Sinergi antara kepolisian dan pihak sekolah diharapkan dapat mendukung pembentukan karakter pelajar yang disiplin, bertanggung jawab, serta memahami pentingnya menaati aturan.
Upacara bendera berlangsung aman, tertib, dan lancar. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memahami pesan yang disampaikan, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
(Red.)











