BOJONEGORO || Posko PAWARGO (Posko Bersama Aspirasi Masyarakat) resmi dibuka melalui prosesi pemotongan pita dan tumpeng di Ruko Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sukorejo, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (20/10/2026) pukul 20.00 WIB.
Peresmian tersebut dihadiri sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang tergabung dalam PAWARGO, Pemerintah Desa Sukorejo, ketua RT dan RW setempat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Bojonegoro Amir Syahid, S.Sos., M.Si., serta perwakilan Koramil dan Polsek Kota Bojonegoro.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Bagimu Negeri, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Koordinator Posko PAWARGO, Sucipto Ahmad Najib.

PAWARGO Diharapkan Menjadi Wadah Aspirasi Masyarakat
Dalam sambutannya, Sucipto Ahmad Najib menyampaikan terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir, khususnya Kepala Bakesbangpol Bojonegoro, Amir Syahid, yang berkenan menghadiri peresmian posko tersebut.
Ia menjelaskan, pemilihan tanggal 20 Oktober sebagai momentum peresmian dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 tahun 2026.
Menurut Sucipto, Posko PAWARGO diharapkan menjadi wadah bersama bagi organisasi kemasyarakatan dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, pengaduan, serta berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
Keberadaan posko tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sehingga berbagai keluhan maupun persoalan yang muncul di lingkungan warga dapat disampaikan melalui saluran yang tepat.
Bakesbangpol Apresiasi Inisiatif Pembentukan Posko
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro, Amir Syahid, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota sekretariat PAWARGO yang telah berinisiatif membentuk dan meresmikan posko bersama tersebut.
Ia berharap PAWARGO dapat menjadi sarana penampung aspirasi dan keluhan masyarakat sekaligus membantu meneruskan persoalan kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sesuai kewenangannya.
Amir juga menekankan pentingnya menjaga soliditas, komitmen, dan kebersamaan seluruh anggota dalam menjalankan peran sosial. Dengan demikian, keberadaan posko tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga dengan adanya PAWARGO ini, ke depan seluruh anggota dapat terus solid dan berkomitmen bersama dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di Bojonegoro,” demikian harapan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Pemotongan Pita dan Tumpeng Tandai Peresmian
Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Manan. Doa dipanjatkan agar keberadaan Posko PAWARGO membawa keberkahan serta menjadi langkah positif dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.
Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan tumpeng sebagai simbol resmi dibukanya Posko PAWARGO. Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya aktivitas posko sebagai wadah penyaluran aspirasi masyarakat.
Posko yang berlokasi di Ruko Jalan Gajah Mada, Kelurahan Sukorejo, itu menyatakan kesiapan menerima pengaduan dan keluhan masyarakat selama 24 jam nonstop.
Melalui layanan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi. Aspirasi yang masuk selanjutnya diharapkan dapat ditampung, dikomunikasikan, dan diteruskan kepada pihak terkait sesuai dengan kewenangannya.
Peresmian Posko PAWARGO menjadi inisiatif bersama untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, membangun kebersamaan antarelemen organisasi kemasyarakatan, serta mendorong penyampaian aspirasi secara konstruktif demi kemajuan Kabupaten Bojonegoro.
(Red.)











