KABARPERSBHAYANGKARA.ID | BOJONEGORO — Suasana penuh keakraban terlihat usai pelaksanaan program Sapa Bupati yang digelar di Ruang Angling Dharma, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono melanjutkan pertemuan dalam suasana lebih santai melalui jamuan ngopi siang di rumah dinas Bupati Bojonegoro.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Setyo Wahono ngopi bareng bersama Ketua LAN Kuspriyanto, Ketua APKLI sekaligus Sekretaris Jenderal AWPI DPC Bojonegoro Sucipto Ahmad Najib, serta Ketua LSM PIPRB Manan yang juga Penasehat I AWPI DPC Bojonegoro.
Jamuan sederhana tersebut menciptakan suasana yang lebih cair dan akrab. Tidak lagi berada dalam forum resmi, perbincangan berlangsung santai sembari menikmati kopi dan hidangan yang disediakan di rumah dinas Bupati.
Momen tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dengan sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi di Kabupaten Bojonegoro.
Program Sapa Bupati sendiri merupakan salah satu ruang dialog yang mempertemukan pemerintah daerah dengan masyarakat. Melalui forum tersebut, berbagai aspirasi, masukan maupun persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada Bupati Bojonegoro.
Setelah kegiatan resmi berakhir, suasana ngopi bersama di rumah dinas menjadi kesempatan untuk melanjutkan komunikasi dalam atmosfer yang lebih santai dan penuh keakraban.
Kedekatan tersebut dinilai penting dalam membangun komunikasi yang konstruktif antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat, serta berbagai elemen lainnya di Kabupaten Bojonegoro.
Komunikasi dan silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun sinergi. Berbagai persoalan maupun gagasan pembangunan dapat dibicarakan melalui ruang dialog yang terbuka.
Bupati Setyo Wahono dalam berbagai kesempatan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari semangat membangun Bojonegoro melalui kolaborasi dan keterlibatan berbagai elemen.
Suasana ngopi siang tersebut pun menjadi gambaran bahwa komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tidak selalu harus dilakukan dalam forum formal.
Dari secangkir kopi dan obrolan santai, silaturahmi dapat semakin erat, komunikasi dapat terbangun, serta berbagai masukan dapat menjadi bagian dari semangat bersama untuk kemajuan Kabupaten Bojonegoro.
(Red)











