Banner Kabar Pers Bhayangkara

Proyek Pelebaran Jalan Desa Menilo Disorot, Papan Informasi Belum Terpasang dan Sejumlah Titik Terlihat Retak

TUBAN || Pelaksanaan proyek pembangunan pelebaran jalan di Desa Menilo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, kembali menjadi perhatian. Sejumlah kondisi di lapangan memunculkan pertanyaan terkait transparansi proyek, pengamanan area pekerjaan, serta kondisi fisik pada beberapa bagian pekerjaan yang telah selesai.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi pada Selasa (22/9/2026), papan informasi proyek belum terlihat terpasang di sekitar lokasi pekerjaan.

Padahal, papan informasi proyek menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengetahui informasi mengenai kegiatan pembangunan, antara lain sumber anggaran, nilai pekerjaan, pelaksana, serta waktu pelaksanaan.

Selain itu, pada beberapa bagian area pekerjaan juga belum terlihat adanya garis pembatas, police line, maupun tanda peringatan yang memadai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi pekerjaan berada di jalur yang masih digunakan masyarakat. Keberadaan pembatas dan tanda peringatan diperlukan untuk membantu memberikan informasi kepada pengguna jalan mengenai adanya aktivitas pekerjaan dan potensi bahaya di sekitar lokasi.

WARGA PERTANYAKAN PAPAN INFORMASI DAN PENGAMANAN

Awak media kemudian meminta tanggapan salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Warga tersebut mempertanyakan belum terlihatnya tanda pembatas maupun papan informasi di lokasi pekerjaan.

“Nggeh, Mas, duko. Jane nggeh ngoten, supoyo lek wonten tiang liwat mboten gejegor kalen. Lan jane nggeh kedah dipasang papane niku, kersane masyarakat niki ngert lek anggarane niku sak menten-menten,” ujar warga tersebut.

Pernyataan warga tersebut pada intinya mempertanyakan aspek keselamatan pengguna jalan serta transparansi informasi mengenai proyek yang sedang dikerjakan.

KEPALA TUKANG: TIDAK ADA PERINTAH MEMASANG PAPAN

Awak media selanjutnya mengonfirmasi persoalan tersebut kepada R, yang mengaku sebagai kepala tukang di lokasi pekerjaan.

Saat ditanya mengenai belum terpasangnya papan informasi proyek, R mengatakan bahwa dirinya tidak memasang papan tersebut karena mengaku tidak mendapatkan perintah dari pihak pelaksana atau pemborong.

“Soale nggak ada perintah, Mas, dari sana,” ujar R saat dikonfirmasi awak media.

KONDISI RETAK PADA SEJUMLAH BAGIAN PEKERJAAN

Selain persoalan papan informasi dan pengamanan, hasil pantauan di lapangan juga menunjukkan adanya keretakan pada beberapa titik bagian pekerjaan pelebaran jalan yang baru selesai dikerjakan.

Kondisi tersebut terlihat pada bagian permukaan pekerjaan sebagaimana terdokumentasi dalam foto lapangan.

Namun, penyebab keretakan tersebut belum dapat dipastikan. Kondisi itu belum dapat disimpulkan sebagai akibat dari kualitas material, metode pelaksanaan, proses pengerjaan, kondisi lingkungan, maupun faktor teknis lainnya tanpa adanya pemeriksaan dari pihak yang berkompeten.

Ketika dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut, R yang mengaku sebagai kepala tukang memberikan penjelasan bahwa menurutnya kondisi tersebut merupakan hal yang wajar pada beton.

“Ya wajar, Mas, karena itu sifat beton,” ujar R saat dikonfirmasi pada Selasa (22/9/2026).

PENYEBAB KERETAKAN PERLU PEMERIKSAAN TEKNIS

Terlepas dari keterangan tersebut, kondisi keretakan pada pekerjaan yang masih relatif baru dinilai perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan teknis diperlukan untuk mengetahui jenis, kedalaman, pola, serta penyebab keretakan dan apakah kondisi tersebut masih berada dalam batas yang dapat diterima sesuai spesifikasi teknis pekerjaan.

Karena itu, penilaian terhadap mutu maupun kelayakan pekerjaan sebaiknya dilakukan oleh pihak yang memiliki kewenangan dan kompetensi teknis.

DINAS TERKAIT DIMINTA TURUN KE LAPANGAN

Sejumlah kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian dinas atau instansi terkait.

Pemeriksaan langsung di lapangan penting dilakukan untuk memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, ketentuan kontrak, serta standar keselamatan yang berlaku.

Pihak terkait juga diharapkan dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai identitas proyek, sumber dan besaran anggaran, pelaksana pekerjaan, masa pelaksanaan, serta mekanisme pengawasan.

Selain itu, kondisi keretakan yang terlihat pada beberapa titik juga perlu diperiksa secara teknis agar dapat diketahui penyebab dan tingkat kelayakannya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat hasil pemeriksaan teknis dari dinas atau instansi berwenang mengenai kondisi keretakan tersebut.

Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan dan informasi tambahan kepada publik.

(Tim)

Tag:

BERITA UTAMA