BENGKALIS || Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terus dilakukan. Tim gabungan yang melibatkan jajaran Kodim 0303/Bengkalis bersama unsur terkait mengintensifkan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik, Jumat (11/9/2026).
Penanganan dilakukan di enam lokasi. Di Kabupaten Bengkalis, tim bergerak di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan; Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir; serta Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau.
Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, operasi dilakukan di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang; Desa Sungai Anak Kamal, Kecamatan Merbau; dan Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau.
Kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan Karhutla. Kondisi gambut yang kering, keterbatasan sumber air, tiupan angin serta luasnya areal terdampak membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara bertahap.

Di Desa Gemala Sari, luas areal terdampak dilaporkan mencapai sekitar 80 hektare. Tim gabungan menggunakan mesin pemadam dan excavator untuk membuat embung yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air dalam proses penanganan.
Sementara itu, dukungan water bombing turut digunakan dalam upaya penanganan Karhutla di Desa Tasik Serai Timur.
Pemadaman juga tidak berhenti ketika api di permukaan berhasil dikendalikan. Tim tetap melakukan penyisiran dan pendinginan guna mengantisipasi munculnya kembali bara api di bawah permukaan gambut.
Salah seorang personel TNI yang berada di lokasi mengatakan, kondisi gambut yang kering dan keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
“Tantangan terbesar adalah gambut yang kering dan sumber air yang terbatas. Kami terus menyisir titik asap, melakukan pendinginan dan membuat sekat agar api tidak meluas,” ujarnya.
Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim gabungan juga membuka jalur darurat menuju lokasi, membuat embung, melakukan penyekatan terhadap area terdampak serta memperkuat koordinasi lintas sektor.
Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas ke area lainnya.
Penanganan Karhutla di sejumlah wilayah tersebut masih berlangsung. Tim gabungan terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang masih mengeluarkan asap hingga kondisi dinyatakan benar-benar terkendali.
(A-R)











