BOJONEGORO || Lapangan bola voli tak selalu hanya menyajikan smash keras, blok rapat, dan perebutan angka yang menegangkan. Di sejumlah turnamen bola voli di Kabupaten Bojonegoro, ada sosok unik yang mampu mencuri perhatian penonton lewat gaya nyentrik, suara khas, dan candaan yang mengundang tawa. Dialah Mas Black, pria berambut gimbal yang identik dengan kacamata hitam dan sapaan khasnya, “Pye, pye, pye… Mas Black ganteng!”
Kehadiran Mas Black menjadi warna tersendiri dalam kemeriahan turnamen bola voli, termasuk Jatigede Cup dan Panemon Cup. Ia bukan atlet yang berjuang meraih poin di lapangan, bukan pula wasit yang memimpin pertandingan. Namun, melalui gaya hiburannya, Mas Black ikut membangun suasana hangat sebelum pertandingan dimulai maupun ketika penonton menunggu laga berikutnya.
Penampilannya mudah dikenali. Rambut gimbal dan kacamata hitam menjadi ciri khas yang membuat sosoknya berbeda di tengah keramaian. Begitu melontarkan sapaan andalannya, perhatian penonton pun tertuju kepadanya. Candaan sederhana yang dibawakan dengan penuh percaya diri kerap mengundang senyum dan tawa dari berbagai kalangan.

Suara Fals, Lagu Populer, dan Aksi yang Mengundang Tawa
Sebelum pertandingan bola voli dimulai, Mas Black kerap menghibur penonton dengan membawakan lagu-lagu populer, di antaranya Sharmila dan Suratan. Dengan gaya bernyanyi yang khas dan suara fals yang justru menjadi bagian dari daya tariknya, ia menghadirkan hiburan spontan yang mencairkan suasana.
Bagi Mas Black, tampil menghibur tidak harus dengan suara merdu atau panggung mewah. Keberanian tampil, spontanitas, serta kemampuannya berinteraksi dengan penonton menjadi modal untuk menghadirkan suasana yang lebih akrab.
Tawa penonton sering kali menjadi bagian dari aksinya. Tak jarang, anak-anak ikut memperhatikan tingkahnya, bahkan menirukan sapaan khas “Mas Black ganteng” yang melekat pada dirinya. Kehadirannya pun menjadi hiburan tersendiri di luar ketegangan pertandingan.
Di tengah atmosfer kompetisi yang penuh semangat, hiburan ringan seperti ini memberi kesempatan kepada penonton untuk bersantai sejenak. Lapangan bukan hanya menjadi tempat menyaksikan kemampuan para atlet, tetapi juga ruang berkumpul masyarakat untuk menikmati kebersamaan.
Dekat dengan Penonton, Berbagi Camilan di Waktu Istirahat
Hal lain yang membuat Mas Black menarik perhatian adalah kebiasaannya membagikan makanan ringan atau ciki kepada penonton saat jeda pertandingan. Aksi sederhana tersebut menambah kesan akrab, terutama bagi anak-anak yang menyaksikan turnamen.
Bagi mereka, kehadiran Mas Black bukan sekadar sosok pria berkacamata hitam yang bernyanyi dan melontarkan candaan. Ia juga menjadi bagian dari pengalaman menyenangkan ketika datang ke lapangan untuk mendukung tim kesayangan bersama keluarga.
Interaksi seperti ini menunjukkan bahwa kemeriahan turnamen olahraga dapat tumbuh dari banyak unsur. Selain permainan para atlet, dukungan suporter, kerja panitia, dan hiburan di sekitar lapangan turut menciptakan suasana yang membuat masyarakat betah menyaksikan pertandingan.

Mas Black, Warna Unik di Balik Panasnya Pertandingan
Dalam setiap turnamen, selalu ada momen dan sosok yang meninggalkan kesan tersendiri bagi penonton. Di Jatigede Cup dan Panemon Cup, Mas Black hadir dengan caranya sendiri: menghibur melalui lagu, mengundang tawa lewat candaan, dan menyapa penonton dengan gaya yang mudah diingat.
Kehadirannya memperlihatkan bahwa sebuah turnamen bola voli bukan semata-mata tentang siapa yang menjadi juara. Ada pula cerita mengenai kebersamaan, hiburan rakyat, dan interaksi antarmasyarakat yang membuat kegiatan olahraga semakin hidup.
Di saat para pemain berjuang mengejar angka demi angka, Mas Black mengambil peran berbeda di luar lapangan. Dengan rambut gimbal, kacamata hitam, suara khas, serta sapaan “Pye, pye, pye… Mas Black ganteng!”, ia ikut memberikan warna dalam perjalanan turnamen bola voli di Kabupaten Bojonegoro.
Boleh jadi, bukan medali atau piala yang dibawanya pulang. Namun, melalui aksi sederhana dan gaya yang menghibur, Mas Black menghadirkan cerita tersendiri di tengah riuhnya lapangan voli—cerita tentang bagaimana hiburan sederhana dapat mempererat suasana dan membuat sebuah pertandingan terasa lebih berkesan.
(Red.)











