Ā  Ā 
Banner Kabar Pers Bhayangkara

KKN-TK Kelompok 11 Unigoro di Desa Kolong Resmi Berakhir, Kepala Desa Apresiasi Kontribusi Mahasiswa

šŸŽ“ KKN-TK Unigoro di Desa Kolong resmi berakhir!

Selama satu bulan, mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan bersama masyarakat. šŸ‘€

šŸŽ„ Penasaran apa saja yang dilakukan dan bagaimana momen penutupannya?

šŸ‘‰ Klik ā€œTonton video di YouTubeā€ dan saksikan videonya sampai selesai!

BOJONEGORO — Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik Kolaboratif (KKN-TK) Kelompok 11 Universitas Bojonegoro (Unigoro) di Desa Kolong, Kabupaten Bojonegoro, resmi berakhir setelah berlangsung selama satu bulan, mulai 14 Juli hingga 14 Agustus 2026.

Kegiatan KKN-TK tersebut mengusung tema ā€œSustainable Forest, Sustainable Life: Pemberdayaan Masyarakat di Kawasan Hutan Selatan Bojonegoroā€. Selama pelaksanaan, mahasiswa KKN berupaya membangun kolaborasi bersama pemerintah desa dan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang diarahkan pada pemberdayaan serta pengembangan potensi lokal.

Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Mahasiswa KKN bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga berkumpul dalam satu rangkaian acara sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin selama pelaksanaan program.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kolong, Harto, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN-TK Kelompok 11 Universitas Bojonegoro yang telah melaksanakan berbagai kegiatan bersama masyarakat selama berada di Desa Kolong.

Menurutnya, kegiatan KKN menjadi bagian penting dalam mempertemukan pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di perguruan tinggi dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Kehadiran mahasiswa juga diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bagi peserta KKN, tetapi dapat memberikan manfaat dan meninggalkan hal-hal positif yang dapat diteruskan oleh masyarakat setelah kegiatan berakhir.

Harto juga menyampaikan harapan agar berbagai kegiatan dan pengalaman yang telah dilaksanakan selama KKN dapat menjadi langkah awal untuk membangun kerja sama dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Ia berharap mahasiswa dapat terus mengembangkan ilmu yang diperoleh selama menjalankan KKN serta membawa pengalaman dari Desa Kolong untuk diterapkan dalam kehidupan dan pengabdian di tengah masyarakat.

Sementara itu, kegiatan KKN-TK Kelompok 11 bukan hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di lingkungan perguruan tinggi secara langsung.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam memahami kondisi masyarakat sekaligus belajar menyusun dan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan serta potensi desa.

Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan KKN-TK Kelompok 11. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program selama berada di desa, tetapi juga mampu meninggalkan pengetahuan, pengalaman, dan gagasan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir.

Tema mengenai keberlanjutan hutan dan kehidupan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kawasan hutan tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan dan perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengembangkan potensi masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam rangkaian acara penutupan, juga dilakukan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas kelancaran seluruh kegiatan KKN. Doa tersebut sekaligus menjadi harapan agar ilmu dan pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama berada di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sejumlah seremoni dan pemberian apresiasi kepada pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKN-TK Kelompok 11 Universitas Bojonegoro.

Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk penghargaan atas dukungan dan kerja sama pemerintah desa serta masyarakat selama mahasiswa melaksanakan kegiatan di Desa Kolong.

Kepala Desa Kolong, Harto, turut mendapatkan apresiasi atas dukungan terhadap pelaksanaan program KKN di wilayahnya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, menerima keberadaan mahasiswa, serta ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan selama satu bulan pelaksanaan KKN.

Bagi mahasiswa, berakhirnya kegiatan KKN bukan berarti berakhir pula hubungan dan semangat kolaborasi yang telah dibangun. Berbagai pengalaman selama berada di Desa Kolong diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan ilmu dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Sementara bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan manfaat, baik melalui program pemberdayaan, edukasi maupun gagasan yang dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan desa.

Dengan selesainya rangkaian kegiatan tersebut, KKN-TK Kelompok 11 Universitas Bojonegoro di Desa Kolong tahun 2026 secara resmi dinyatakan berakhir.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi catatan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Seluruh mahasiswa KKN kemudian berpamitan kepada pemerintah desa dan masyarakat setelah menyelesaikan rangkaian program yang telah dilaksanakan selama periode 14 Juli hingga 14 Agustus 2026.

Diharapkan berbagai pengalaman, pengetahuan, dan hubungan baik yang telah terbangun selama kegiatan dapat terus memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Kolong.

(Red.)

BERITA UTAMA