BOJONEGORO – Mahasiswa KKN-TK Kelompok 11 Universitas Bojonegoro (Unigoro) turut mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pendampingan sekaligus pemasangan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kepada tiga pelaku UMKM pada Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini menyasar tiga pelaku usaha masyarakat, yakni Bu Hidayah, pemilik UMKM Keripik “Chancun” yang memproduksi keripik berbahan pisang, singkong, dan ubi ungu.
Selain itu, pendampingan juga diberikan kepada Bu Mega yang menjalankan usaha jajanan dan kue olahan rumahan di Dusun Kedungingas, serta Mbak Eli, pemilik Kedai Mama di Dusun Kolong RT 10 RW 02 yang menyediakan berbagai jajanan kekinian, seperti seblak, kebab, dan mi pedas.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-TK 11 memberikan pendampingan secara langsung kepada masing-masing pelaku usaha. Selain memasang media QRIS di lokasi usaha, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai cara penggunaan serta manfaat pembayaran non-tunai bagi kegiatan usaha sehari-hari.
Pendampingan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memberikan alternatif pembayaran yang lebih praktis kepada konsumen. Di sisi lain, penggunaan QRIS juga menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas perdagangan skala masyarakat.
Bagi pelaku usaha, kemudahan pembayaran menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Dengan tersedianya pilihan pembayaran secara non-tunai, konsumen dapat melakukan transaksi menggunakan layanan pembayaran digital yang mendukung QRIS.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa KKN-TK 11 Unigoro dalam memberikan edukasi dan pendampingan praktis kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir dalam kegiatan akademik, tetapi juga berupaya memberikan solusi sederhana yang dapat diterapkan secara langsung oleh pelaku usaha.
Melalui program ini, KKN-TK Kelompok 11 Universitas Bojonegoro berharap para pelaku UMKM semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi serta mampu memanfaatkan fasilitas pembayaran digital untuk mendukung keberlangsungan usaha.
Digitalisasi UMKM diharapkan tidak berhenti pada penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.
Kegiatan pendampingan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari para pelaku UMKM yang menjadi sasaran program.
(ABDUN)











