🔥 Breaking News: Selamat datang di Kabar Pers Bhayangkara | Berita Cepat, Tepat, Akurat
Screenshot_20260411-234247

GRESIK – Suasana Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik mendadak gempar pada Rabu pagi (8/4/2026) setelah belasan orang yang tidak terdaftar sebagai pegawai diketahui mengikuti apel bersama aparatur sipil negara (ASN).

Mereka datang mengenakan pakaian dinas layaknya ASN dan sempat bergabung dalam barisan apel pagi sebelum akhirnya menimbulkan kecurigaan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Setelah dilakukan pemeriksaan, identitas mereka tidak tercatat dalam sistem kepegawaian daerah. Dari hasil penelusuran awal, belasan orang tersebut diketahui merupakan korban dugaan penipuan bermodus surat keputusan (SK) pengangkatan ASN palsu.

Salah satu korban mengaku diminta langsung masuk kerja setelah menerima dokumen yang disebut sebagai SK resmi. “Kami diminta ikut apel karena katanya sudah resmi jadi ASN. Kami percaya karena ditunjukkan surat, ternyata palsu,” ujarnya.

Dokumentasi

Para korban mengaku telah menyerahkan sejumlah uang kepada oknum yang menjanjikan dapat meloloskan mereka menjadi ASN melalui jalur tidak resmi. Nilai kerugian bervariasi, diperkirakan mencapai Rp70 juta hingga Rp150 juta per orang.

Pemerintah Kabupaten Gresik menegaskan bahwa proses rekrutmen ASN dilakukan secara resmi melalui mekanisme yang transparan dan tidak dipungut biaya di luar ketentuan yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran yang menjanjikan kelulusan instan menjadi ASN. Hingga saat ini, kasus tersebut telah ditangani pihak kepolisian untuk mengungkap pelaku utama di balik dugaan penipuan tersebut.

Aparat juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban untuk segera melapor guna mempercepat proses penyelidikan.(red)