JAKARTA – Sebuah video yang memperlihatkan truk bertuliskan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sedang memuat barang dari gudang distribusi ritel modern viral di media sosial dan memicu berbagai tanggapan dari publik.
Video tersebut ramai diperbincangkan lantaran KDMP selama ini dikenal sebagai program yang membawa semangat pemberdayaan ekonomi desa dan penguatan pelaku usaha lokal di tingkat masyarakat.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, pengambilan barang itu disebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan stok toko menjelang agenda peresmian koperasi desa.
Namun, tayangan tersebut memunculkan beragam pertanyaan dari masyarakat terkait konsep distribusi dan kemandirian ekonomi desa yang selama ini digaungkan dalam program KDMP.
Sejumlah warganet mempertanyakan alasan koperasi desa mengambil pasokan barang dari jaringan distribusi ritel modern berskala besar. Mereka menilai langkah tersebut berpotensi menimbulkan persepsi bahwa koperasi desa masih bergantung pada sistem distribusi perusahaan besar.
“Jika memang konsepnya pemberdayaan ekonomi desa dan UMKM lokal, masyarakat tentu berharap produk lokal juga mendapat ruang lebih besar,” tulis salah satu komentar warganet di media sosial.
Meski demikian, sebagian masyarakat lainnya menilai kerja sama distribusi dengan pihak ritel modern bisa saja dilakukan sebagai langkah awal untuk menjaga ketersediaan barang kebutuhan pokok sebelum koperasi berjalan secara penuh.
Hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak pengelola KDMP maupun pihak terkait mengenai mekanisme distribusi barang yang terlihat dalam video viral tersebut.
Publik pun berharap adanya keterbukaan informasi agar masyarakat memahami apakah pola distribusi tersebut merupakan kerja sama sementara, strategi pasokan awal, atau bagian dari sistem operasional koperasi ke depan.
Program Koperasi Desa Merah Putih sendiri sebelumnya diperkenalkan sebagai salah satu upaya penguatan ekonomi berbasis desa yang diharapkan mampu mendukung UMKM, meningkatkan perputaran ekonomi lokal, serta memperluas akses kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Pengamat menilai transparansi pengelolaan dan keberpihakan terhadap produk lokal akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program koperasi desa tersebut. (Red)
© 2026 Kabar Pers Bhayangkara
Dilarang menyalin tanpa izin redaksi.





