
MADIUN – Dalam rangka mempersiapkan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri, jajaran Polres Madiun Kota menggelar rapat koordinasi lintas sektoral terkait pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Sunaryo Polres Madiun Kota pada Rabu (11/3/2026).
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kapolres Madiun Kota Wiwin Junianto dan dihadiri perwakilan unsur TNI, pemerintah daerah, serta berbagai instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan selama masa mudik Lebaran.
Kegiatan diawali dengan pemaparan dari jajaran internal kepolisian mengenai perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kota Madiun, termasuk potensi kerawanan yang perlu diantisipasi menjelang perayaan Idul Fitri.
Dalam arahannya, Kapolres Madiun Kota menyampaikan bahwa koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antarinstansi guna memastikan pengamanan selama momentum Lebaran dapat berjalan optimal.

Foto kegiatan
Menurutnya, melalui koordinasi yang baik, seluruh pihak dapat menyusun langkah strategis untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif selama masa mudik hingga arus balik.
Kapolres juga menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Operasi ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga stakeholder lainnya.
Rencananya, operasi tersebut akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Fokus pengamanan meliputi jalur arus mudik dan arus balik, tempat ibadah, pusat perbelanjaan, serta sejumlah titik keramaian masyarakat.
Selain pengamanan arus lalu lintas, Kapolres juga menekankan pentingnya perhatian terhadap rumah atau permukiman warga yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik agar tidak menjadi sasaran tindak kriminalitas.
Ia juga mengimbau seluruh pihak terkait untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan koordinasi di tingkat masyarakat.
Di samping itu, Polres Madiun Kota juga mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas yang kerap muncul menjelang Lebaran, seperti penggunaan petasan secara berlebihan maupun kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk fenomena perang sarung dan kegiatan sahur on the road di kalangan remaja.
Untuk mendukung upaya pencegahan, Kapolres turut menginstruksikan kepada para Bhabinkamtibmas dan jajaran Humas agar lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk terkait kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu serta pentingnya menjaga keamanan lingkungan selama bulan Ramadhan hingga Idul Fitri.
Melalui rapat koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan seluruh pihak dapat terus memperkuat kerja sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, sehingga perayaan Idul Fitri di Kota Madiun dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. (Red)


