Prabowo Minta Bunga Pinjaman Di Turunkan  Dorong Keringanan Untuk Rakyak Kecil.

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto meminta agar bunga pinjaman program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) milik Permodalan Nasional Madani (PNM) dapat ditekan hingga di bawah 9 persen guna meringankan beban masyarakat prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri agenda di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Presiden, negara harus hadir memberikan keberpihakan kepada masyarakat kecil agar memperoleh akses pembiayaan yang lebih ringan dan terjangkau, terutama bagi pelaku usaha mikro yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.

“Kalangan usaha besar bisa mendapatkan kredit bank dengan bunga sekitar 9 sampai 10 persen, sementara masyarakat kecil justru menghadapi bunga pinjaman yang jauh lebih tinggi. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Prabowo dalam keterangannya.

Ia menilai kebijakan penurunan bunga pinjaman menjadi bagian penting dalam mewujudkan keadilan sosial sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, pelaku usaha kecil dan masyarakat prasejahtera membutuhkan dukungan pembiayaan yang sehat agar mampu mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Program Mekaar sendiri selama ini menjadi salah satu skema pembiayaan yang menyasar perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah di Indonesia.

Pemerintah berharap kebijakan tersebut nantinya dapat membantu memperkuat sektor usaha kecil, meningkatkan produktivitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dari tingkat bawah.

Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu memperluas akses permodalan yang lebih adil bagi masyarakat kecil agar tidak terbebani bunga pinjaman yang terlalu tinggi. (Red)

© 2026 Kabar Pers Bhayangkara
Dilarang menyalin tanpa izin redaksi.