Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Kandangan Bantu Petani Rawat Lahan Jagung

BLITAR – Upaya mendukung program ketahanan pangan terus dilakukan jajaran TNI AD melalui pendampingan kepada para petani di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan Babinsa Desa Kandangan Koramil 0808/06 Srengat, Kopka Wawandi, yang turun langsung membantu petani melakukan penyemprotan pupuk organik cair (POC) di lahan pertanian jagung, Minggu (24/5/2026).

    Kegiatan tersebut berlangsung di lahan milik Adin, anggota Kelompok Tani Sri Widodo, Desa Kandangan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

    Dalam kegiatan itu, Babinsa bersama petani melakukan penyemprotan pupuk organik cair jenis fermentasi Naturagen pada tanaman jagung yang tengah memasuki masa pertumbuhan vegetatif.

    Kopka Wawandi mengatakan keterlibatan Babinsa dalam kegiatan pertanian merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pangan masyarakat.

    “Pendampingan ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada petani agar terus meningkatkan hasil pertanian, khususnya tanaman jagung yang menjadi salah satu komoditas penting ketahanan pangan,” ujarnya.

    Menurutnya, penggunaan pupuk organik cair secara tepat dapat membantu memperbaiki kesuburan tanah serta menjaga pertumbuhan tanaman tetap optimal.

    Selain itu, pemanfaatan pupuk organik dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus menjaga kualitas lahan pertanian dalam jangka panjang.

    Sementara itu, Adin selaku pemilik lahan mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa yang ikut mendampingi para petani secara langsung di lapangan.

    Ia berharap sinergi antara TNI dan petani terus berjalan sehingga dapat meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani di desa.

    Kegiatan pendampingan tersebut berlangsung lancar dan mendapat sambutan positif dari warga sekitar yang melihat langsung kebersamaan antara aparat TNI dan masyarakat dalam mendukung sektor pertanian.

    Catatan Redaksi:
    Rilisan ini telah disusun ulang dengan gaya bahasa berbeda agar lebih natural, informatif, dan sesuai standar media digital.

    © 2026 Kabar Pers Bhayangkara
    Dilarang menyalin tanpa izin redaksi.

    Tag: