🔥 Breaking News: Selamat datang di Kabar Pers Bhayangkara | Berita Cepat, Tepat, Akurat
IMG-20260414-WA0006

Sumenep, – Pernyataan Ketua Dewan Pakar DPP Partai NasDem, Peter Gontha, menanggapi pemberitaan Majalah Tempo terkait Surya Paloh, menyoroti dugaan framing yang dinilai tidak proporsional dan berpotensi menyesatkan publik, Selasa, (14/04/2026).

Dalam keterangannya, Peter Gontha menyebut bahwa tulisan Tempo telah melampaui batas kritik yang sehat dan cenderung membangun narasi yang merendahkan kecerdasan masyarakat. Ia menilai adanya upaya sistematis untuk menggiring opini publik dengan menyederhanakan Partai NasDem sebagai institusi yang berorientasi komersial.

Menurutnya, narasi tersebut tidak hanya bersifat simplistik, tetapi juga tidak mencerminkan realitas internal partai. Ia menegaskan bahwa pengalamannya secara langsung di dalam struktur partai memberikan perspektif yang berbeda dari apa yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut.

Lebih lanjut, Peter Gontha juga mengkritisi cara pandang yang digunakan dalam tulisan tersebut, khususnya terkait pemaknaan nasionalisme. Ia menilai bahwa nasionalisme tidak cukup direduksi menjadi retorika atau produk tulisan semata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, keputusan politik, serta konsistensi sikap dalam membela kepentingan bangsa.

Dalam konteks itu, ia justru menilai Surya Paloh sebagai figur yang menunjukkan praktik nasionalisme yang konkret, dibandingkan dengan pihak-pihak yang hanya mengklaim diri sebagai nasionalis tanpa implementasi yang jelas.

Peter Gontha juga menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan prinsip yang harus dijunjung tinggi. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab. Menurutnya, ketika fakta dipelintir atau persepsi dibangun tanpa dasar yang kuat, maka praktik tersebut tidak lagi mencerminkan jurnalisme yang sehat, melainkan berpotensi menjadi manipulasi opini.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa seluruh pandangan yang disampaikannya didasarkan pada pengalaman, kedekatan, serta pemahaman langsung. Ia menyatakan siap mempertanggungjawabkan setiap pernyataan yang disampaikan, seraya mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan kebenaran dalam praktik jurnalistik demi kepentingan publik yang lebih luas.(red)