Proyek Jembatan Sroyo–Banjar Anyar Rp2 Miliar Disorot, Progres Dinilai Belum Signifikan

Daerah

BOJONEGORO — Proyek pembangunan Jembatan Sroyo–Banjar Anyar di Desa Sroyo, Kabupaten Bojonegoro, menjadi perhatian warga. Proyek yang dibiayai dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 dengan nilai Rp2.062.764.000 itu dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan meski telah berjalan sejak November 2025.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pekerjaan yang terlihat masih sebatas penggalian pondasi dan pemasangan rangka besi yang diduga sebagai tulangan struktur. Belum tampak tahapan lanjutan yang menunjukkan percepatan progres pembangunan jembatan berukuran 12 x 6 meter tersebut.

Sejumlah warga mempertanyakan capaian fisik proyek yang disebut belum menyentuh 30 persen, sementara saat ini telah memasuki awal 2026.

“Sudah hampir empat bulan berjalan. Apakah bisa selesai dalam waktu dekat sementara ini sudah masuk tahun berikutnya?” ujar seorang warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Sorotan publik tidak hanya pada progres fisik, tetapi juga aspek perencanaan dan pengawasan teknis. Warga berharap pengerjaan tidak dipaksakan demi mengejar target administratif yang berpotensi mengorbankan kualitas konstruksi.

Media telah berupaya meminta klarifikasi kepada Kepala Desa Sroyo dengan mendatangi kantor desa serta mengirim pesan konfirmasi. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi.

Sejumlah warga juga mendorong agar pihak terkait, termasuk Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, melakukan evaluasi guna memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi dan ketentuan anggaran.(red)