JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menyiapkan kantin sekolah sebagai salah satu strategi untuk memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pemerataan manfaat program agar dapat menjangkau lebih banyak anak Indonesia secara efektif dan efisien.
“Kami melakukan penataan agar pemerataan manfaat program benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh anak Indonesia,” ujar Nanik dalam keterangan resmi BGN.
Selain memanfaatkan kantin sekolah, BGN juga akan mengoptimalkan berbagai fasilitas yang telah tersedia, seperti dapur umum dan fasilitas komunitas yang memenuhi standar operasional program. Strategi ini dinilai dapat mempercepat perluasan layanan tanpa harus selalu membangun fasilitas baru.
Menurut BGN, langkah tersebut juga menjadi solusi untuk memperkuat pelaksanaan program di daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur pendukung layanan MBG.
Nanik menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat konsentrasi fasilitas layanan MBG yang cukup tinggi di kawasan aglomerasi. Sementara itu, sejumlah wilayah 3T masih memerlukan penguatan layanan agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.
Untuk mendukung pemerataan tersebut, BGN melakukan penataan program melalui moratorium sementara pembangunan dapur baru dan mengoptimalkan fasilitas yang telah beroperasi. Selain itu, dilakukan pula refocusing penerima manfaat dengan memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
BGN berharap strategi baru ini dapat memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi kelompok yang menjadi prioritas pemerintah.(red)
© 2026 Kabar Pers Bhayangkara
Dilarang menyalin tanpa izin redaksi.





