Yogyakarta – Aktivitas vulkanik kembali menunjukkan peningkatan yang perlu menjadi perhatian bersama. Dalam laporan pengamatan terbaru periode 23 April 2026 pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat puluhan guguran lava serta aktivitas kegempaan yang cukup intens.
Secara visual, gunung tampak jelas dengan kepulan asap putih tebal yang membumbung hingga sekitar 500 meter dari puncak. Kondisi cuaca yang cerah di sekitar kawasan gunung membuat aktivitas tersebut dapat terpantau dengan baik oleh petugas.
Data kegempaan menunjukkan adanya 48 kali gempa guguran, 28 kali gempa hybrid atau fase banyak, serta satu gempa tektonik jauh dengan durasi lebih dari dua menit. Selain itu, tercatat 14 kali guguran lava yang mengalir ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur hingga 2 kilometer.
Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Kondisi ini menandakan bahwa aktivitas magma di dalam gunung masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan bahaya berupa awan panas guguran, terutama di sektor selatan hingga barat daya.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi aliran Sungai Boyong sejauh 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga radius 7 kilometer. Sementara itu, sektor tenggara juga perlu diwaspadai, khususnya di Sungai Woro dan Sungai Gendol.
Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng Merapi diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di zona bahaya disarankan untuk dihentikan sementara demi keselamatan bersama.
Selain ancaman awan panas, potensi lahar hujan juga perlu diperhatikan, terutama saat curah hujan meningkat. Abu vulkanik yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari juga menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi.
Pihak berwenang memastikan bahwa pemantauan terus dilakukan secara intensif. Jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, langkah cepat akan diambil termasuk peninjauan kembali status gunung.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa hidup berdampingan dengan alam membutuhkan kesiapsiagaan, kewaspadaan, serta kepatuhan terhadap imbauan demi menjaga keselamatan bersama. (Red)











