
BOJONEGORO (KEDUNGADEM) – Sebuah bangunan dapur milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Ngrapah, Desa Mlideg, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, roboh setelah diterjang angin kencang pada Sabtu (11/04/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.
Bangunan yang masih dalam tahap pembangunan tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada bagian atap dan struktur belakang. Material atap berupa seng (galvalum) dilaporkan terlepas dan sebagian rangka bangunan ambruk akibat terpaan angin.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Saat kejadian berlangsung, tidak terdapat aktivitas pekerja di lokasi proyek, sehingga risiko terhadap keselamatan manusia dapat dihindari.
Sejumlah warga sekitar mengungkapkan bahwa angin kencang sempat melanda wilayah tersebut sebelum bangunan roboh. “Tiba-tiba anginnya cukup kencang, tidak lama kemudian terdengar suara keras dari arah bangunan itu,” ujar salah satu warga setempat.
Meski demikian, tidak ada laporan kerusakan signifikan lainnya di lingkungan sekitar. Insiden ini terfokus pada bangunan dapur program MBG yang sedang dikerjakan.
Pihak terkait memperkirakan kerugian material akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp30 juta. Saat ini, area bangunan telah diamankan guna menghindari potensi bahaya lanjutan, seperti runtuhan susulan atau material yang masih belum stabil.
Peristiwa ini menjadi perhatian penting bagi pelaksana proyek, khususnya dalam memastikan standar konstruksi yang memadai, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem. Ketahanan struktur bangunan sementara pada tahap pembangunan dinilai perlu mendapatkan pengawasan lebih ketat.
Selain itu, pengamat pembangunan daerah menilai bahwa faktor cuaca ekstrem harus menjadi pertimbangan utama dalam proses perencanaan dan pelaksanaan proyek, termasuk pemilihan material dan metode konstruksi yang digunakan.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait langkah perbaikan maupun evaluasi teknis dari pihak pelaksana proyek. Masyarakat setempat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi angin kencang dan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan dan ketahanan bangunan harus menjadi prioritas, tidak hanya pada tahap akhir, tetapi juga selama proses pembangunan berlangsung.(red)
__


