Pastikan Kesiapan Lapangan, TNI Tinjau Dua Lokasi Pembangunan Jembatan Gantung di Blitar

Sosial TNI

Kabar Pers Bhayangkara, Blitar – Komandan Kodim 0808/Blitar, Letkol Inf Virlani Arudyawan, SH, MM, MHI., mendampingi kunjungan kerja Komandan Korem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Haryanto, SIP, MIP., beserta rombongan untuk meninjau langsung kesiapan lokasi pembangunan jembatan gantung di wilayah Kabupaten Blitar, Sabtu (10/1/2026).


Peninjauan dilakukan pada dua titik sasaran, yakni di Kecamatan Talun dan Kecamatan Kesamben. Kegiatan ini bertujuan memastikan kondisi lapangan, kesiapan teknis, serta kelancaran rencana pembangunan jembatan yang diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.


Sasaran pertama berada di Dusun Tawang RT 01 RW 02, Desa Bendosewu, Kecamatan Talun. Lokasi ini merupakan bagian dari Program Jembatan Gantung Garuda yang digagas pemerintah pusat. Sementara sasaran kedua terletak di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar.


Rombongan yang turut mendampingi Danrem 081/DSJ antara lain Letkol Inf Subagya Pujiarno, S.Sos. selaku Kasiter Korem 081/DSJ, Letkol Czi Hery K. sebagai Danden Zibang 3/V Madiun, serta Mayor Inf Ismail selaku Kapenrem 081/DSJ. Hadir pula unsur Forkopimcam, perangkat desa, serta pejabat jajaran Kodim 0808/Blitar.


Pada kesempatan tersebut, Mayor Cke Supriono selaku Pabung Kodim 0808/Blitar menyampaikan gambaran awal kondisi lokasi pembangunan jembatan di Dusun Tawang. Ia menjelaskan bahwa jembatan gantung yang akan dibangun nantinya berfungsi sebagai penghubung tiga desa, yakni Desa Tumpang, Desa Jeblog, dan Desa Bendosewu.


“Sebelumnya, akses penghubung hanya berupa jembatan bambu hasil swadaya masyarakat dengan panjang sekitar 40 meter dan lebar 3 meter. Kedalaman sungai mencapai 4,5 meter dan bisa meningkat hingga 7 meter saat debit air naik,” ungkapnya.


Ia juga memaparkan tahapan pembangunan yang telah direncanakan. Proses pengukuran lokasi telah dilaksanakan pada 5 Januari 2026, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman material pada 9 Januari 2026. Pekerjaan pembangunan dimulai pada 10 Januari, pemasangan jembatan dijadwalkan hingga 15 Januari, dan dilanjutkan pemasangan seling serta papan lantai. Seluruh pekerjaan ditargetkan rampung pada 30 Januari 2026.


Sementara itu, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung di Dusun Tawang merupakan bagian dari program strategis nasional dan menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat. Jembatan tersebut akan menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Bendosewu dengan Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun.


“Keberadaan jembatan ini sangat penting untuk menunjang mobilitas warga, termasuk aktivitas anak-anak sekolah dan perekonomian masyarakat. Selain sebagai infrastruktur, jembatan gantung ini juga mencerminkan kehadiran negara serta wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.(RED)