
MALANG – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang kembali menjadi sorotan sejumlah orang tua murid. Sebelumnya, program tersebut juga sempat menjadi perhatian publik terkait variasi dan komposisi menu yang diterima siswa di sekolah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan pembagian menu MBG berlangsung di SDN Ngajum 5 dan SMPN 1 Ngajum dengan dapur penyedia berada di wilayah Desa Wonosari, Kecamatan Ngajum Pada 07/03/26.
Berdasarkan dokumentasi yang diterima redaksi, menu yang dibagikan kepada siswa dalam beberapa hari terakhir antara lain berupa roti, telur, buah, serta kudapan sederhana seperti kue dan buah kecil dalam kemasan. Seluruh makanan dibagikan menggunakan kotak makanan dan kemasan plastik terpisah sesuai mekanisme distribusi yang diterapkan.
Sejumlah wali murid menyampaikan bahwa mereka tetap mengapresiasi adanya program MBG sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan gizi siswa di sekolah. Namun demikian, beberapa orang tua menilai variasi dan kelengkapan menu yang diterima anak-anak masih perlu mendapat perhatian lebih.

Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kualitas dan kelayakan menu yang diberikan kepada siswa perlu diawasi secara lebih serius oleh semua pihak.
“Kami bersyukur ada program ini karena tujuannya baik untuk anak-anak. Namun kami berharap menu yang diberikan benar-benar memenuhi standar gizi dan kualitasnya terjaga,” ujarnya.
Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG tidak hanya menjadi tanggung jawab pihak penyedia makanan, tetapi juga diharapkan melibatkan pihak sekolah agar kualitas makanan yang diberikan kepada siswa dapat terus terpantau.
Sejumlah orang tua juga berharap adanya evaluasi berkala terhadap menu yang dibagikan, terutama selama bulan Ramadan, agar program tersebut tidak menimbulkan kesan pembiaran jika ditemukan menu yang dinilai kurang sesuai dengan harapan masyarakat.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola dapur maupun instansi terkait mengenai standar komposisi menu yang menjadi acuan pelaksanaan program tersebut di wilayah Ngajum. Redaksi membuka ruang klarifikasi dari pihak sekolah, pengelola dapur, serta instansi terkait guna memberikan penjelasan yang lebih lengkap kepada publik.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program nasional yang diharapkan dapat membantu meningkatkan pemenuhan gizi siswa serta mendukung kualitas pendidikan melalui kondisi kesehatan yang lebih baik.
Karena itu, sejumlah orang tua berharap pengawasan terhadap pelaksanaan program, termasuk pada dapur penyedia makanan, dapat dilakukan secara lebih maksimal agar standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat dapat diterapkan secara konsisten di lapangan.
Evaluasi dan pengawasan yang berkelanjutan dinilai penting agar tujuan program nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi para siswa serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program peningkatan gizi yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
(Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak terkait.)


