
BOJONEGORO (TRUCUK) – Pemerintah Desa Trucuk terus melakukan upaya penataan lingkungan di kawasan Jembatan Sosrodilogo melalui pendataan Pedagang Kaki Lima (PKL) serta sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen menciptakan ruang publik yang lebih tertib dan nyaman.
Kegiatan yang menyasar para pedagang di sekitar jembatan tersebut dinilai penting mengingat kawasan itu kerap menjadi titik rawan penumpukan sampah. Selain pendataan, aparatur desa juga memberikan edukasi langsung kepada para pedagang terkait pengelolaan sampah.
Kepala Desa Trucuk, Sunoko, menyampaikan bahwa langkah ini tidak hanya berfokus pada penataan, tetapi juga membangun kesadaran kolektif.
“Pendataan ini bertujuan agar para pedagang lebih tertib sekaligus ikut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, keterlibatan aktif para pedagang menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Kawasan Jembatan Sosrodilogo sendiri merupakan jalur strategis yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya.
Di sisi lain, sejumlah pedagang menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai adanya pendataan dan sosialisasi dapat memberikan kejelasan aturan serta mendukung kenyamanan berjualan.
Meski demikian, beberapa pihak berharap adanya fasilitas pendukung seperti tempat sampah yang memadai serta sistem pengangkutan sampah yang rutin agar upaya kebersihan dapat berjalan optimal.
Pemerintah desa menyatakan tengah menyiapkan langkah lanjutan, termasuk pengelolaan sampah terpadu dan penyediaan sarana kebersihan di titik-titik strategis.
Dengan adanya program ini, diharapkan kawasan Jembatan Sosrodilogo dapat menjadi lebih tertata, bersih, serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan pengguna jalan.
__


