🔥 Breaking News: Selamat datang di Kabar Pers Bhayangkara | Berita Cepat, Tepat, Akurat
IMG-20260330-WA0064

Sumenep – Di tengah arus perubahan zaman yang kian cepat, nilai-nilai budaya dan persaudaraan kembali diteguhkan melalui deklarasi Pencak Silat Perisai Putih Nusantara (PP Nusantara) yang berlangsung di Pendopo Agung Kraton Sumenep, Minggu (29/3/2026).

Suasana khidmat terasa sejak awal acara. Lantunan lagu Indonesia Raya menggema di ruang bersejarah tersebut, menyatukan para pendekar, tamu undangan, dan masyarakat dalam satu semangat kebangsaan. Momen ini menjadi pengingat bahwa pencak silat bukan sekadar bela diri, melainkan warisan budaya yang sarat nilai kehidupan.

Atraksi persilatan yang ditampilkan tidak hanya memperlihatkan ketangkasan, tetapi juga menggambarkan kedisiplinan, penghormatan kepada guru, serta semangat menjaga persatuan. Nilai-nilai tersebut menjadi inti dari kehadiran PP Nusantara di tengah masyarakat.

Deklarasi ini tidak hanya menjadi seremoni organisasi, melainkan sebuah ikrar moral untuk menjaga pencak silat tetap menjadi perekat persaudaraan. Di tengah tantangan sosial dan perubahan generasi, pencak silat dinilai mampu menjadi ruang pembinaan karakter yang relevan.

Perwakilan panitia dalam sambutannya menegaskan bahwa pencak silat adalah sarana pendidikan nilai.

“Di dalam pencak silat terdapat adab, disiplin, pengendalian diri, serta semangat menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai unsur pemerintah dan aparat daerah, yang hadir melalui perwakilan resmi. Hal ini menunjukkan bahwa pencak silat kini dipandang sebagai bagian penting dalam pembinaan sosial dan budaya masyarakat.

Tak hanya itu, kehadiran berbagai perguruan silat dan unsur IPSI menjadi simbol kuat bahwa dunia persilatan di Sumenep terus bergerak menuju arah yang lebih harmonis dan bersatu.

Bagi generasi muda, kehadiran PP Nusantara diharapkan menjadi ruang positif untuk belajar, berkembang, dan menjauh dari pengaruh negatif. Pencak silat tidak hanya membentuk kekuatan fisik, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab dan kedewasaan.

Deklarasi yang digelar di jantung budaya Sumenep ini menjadi pesan kuat bahwa warisan leluhur tidak hanya untuk dikenang, tetapi harus dijaga dan diwariskan. Pencak silat, dengan segala nilainya, diharapkan terus hidup sebagai kekuatan moral dan sosial di tengah masyarakat. (Red)