Kabar Pers Bhayangkara – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Inggris Raya dengan membawa sejumlah kesepakatan strategis yang dinilai berdampak langsung bagi kepentingan nasional Indonesia.
Hal tersebut disampaikan oleh Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, dalam keterangan resmi kepada media. Peliputan dan pernyataan tersebut disiarkan melalui akun Facebook resmi Setkab RI yang dikelola oleh Sekretariat Kabinet.
Menurut Teddy Indra Wijaya, salah satu agenda utama Presiden adalah pertemuan dengan Keir Starmer, Perdana Menteri Inggris. Dari pertemuan tersebut, terdapat tiga kesepakatan pokok, yakni komitmen investasi sebesar 4 miliar pound sterling atau setara sekitar Rp90 triliun, kerja sama di bidang maritim, serta rencana pembangunan 1.582 kapal perikanan.
Ia menjelaskan, kapal-kapal tersebut direncanakan diproduksi dan dirakit di Indonesia, sehingga diproyeksikan mampu menyerap sekitar 600 ribu tenaga kerja. Rinciannya meliputi sekitar 30 ribu awak kapal, sekitar 400 ribu tenaga kerja di sektor produksi dan perakitan, serta sekitar 170 ribu tenaga kerja dari efek berganda di sektor pendukung.
Selain sektor ekonomi dan maritim, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan dengan 24 profesor dari 24 universitas terkemuka di Inggris Raya, antara lain dari University of Oxford, King’s College London, Imperial College London, serta sejumlah universitas ternama lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas penguatan kerja sama pendidikan, termasuk rencana pemerintah Indonesia untuk membangun 10 kampus baru, terutama di bidang kedokteran dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Bentuk kerja sama meliputi pendirian kampus afiliasi di Indonesia, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Inggris, serta program pertukaran dosen dan profesor.
Di bidang lingkungan, Teddy Indra Wijaya juga menyampaikan adanya kelanjutan kerja sama konservasi alam, termasuk pengelolaan kawasan taman nasional di Indonesia bersama World Wide Fund for Nature (WWF).
Salah satu program yang telah berjalan adalah konservasi gajah di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, serta kawasan konservasi di Aceh dengan total luasan sekitar 20 ribu hektare.
Pemerintah menegaskan bahwa setiap kunjungan luar negeri Presiden diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret, baik dalam bentuk investasi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun dampak ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.
Sesuai agenda, pada Rabu, 22 Januari 2026, Presiden Prabowo dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, guna menghadiri dan berbicara dalam forum World Economic Forum (WEF).
