MAGETAN — Upaya pencegahan judi online (judol) dan pinjaman online ilegal (pinjol) terus digencarkan jajaran Polres Magetan dengan menyasar kalangan pelajar melalui kegiatan edukasi langsung di sekolah.
Melalui Polsek Takeran, kegiatan sosialisasi dan mitigasi bahaya judol serta pinjol ilegal digelar di SMK PSM 2 Takeran, Kabupaten Magetan, Jumat (8/5/2026).
Kapolsek Takeran AKP Agus Sumariyono, S.H., hadir langsung sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Di hadapan guru dan para siswa, ia mengingatkan pentingnya membangun karakter disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran hukum sejak usia remaja.
“Generasi muda harus memiliki disiplin dan tanggung jawab yang kuat agar tidak mudah terjerumus dalam perilaku negatif, termasuk judi online dan pinjaman online ilegal yang saat ini banyak menyasar kalangan remaja,” ujar AKP Agus Sumariyono.
Dalam pemaparannya, Kapolsek menjelaskan bahwa judi online memiliki dampak serius karena bersifat adiktif dan dapat memicu seseorang terus bermain tanpa kontrol hingga mengalami kerugian finansial.
Menurutnya, banyak korban judi online yang akhirnya mengalami masalah ekonomi akibat kehilangan tabungan, terlilit utang, bahkan menjual barang berharga demi terus bermain.
Selain berdampak secara ekonomi, judi online juga dapat memicu gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, depresi, hingga konflik dalam keluarga akibat tekanan finansial dan hilangnya rasa percaya.
Tak hanya itu, penyalahgunaan data pribadi juga menjadi ancaman serius. Situs judi online kerap meminta data pribadi pengguna yang berpotensi disalahgunakan untuk tindakan penipuan maupun kejahatan digital lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian juga mengingatkan para siswa untuk lebih bijak menggunakan media sosial dan teknologi digital agar tidak terjebak dalam aktivitas yang melanggar hukum.
Kapolsek Takeran turut mengajak para guru dan pihak sekolah aktif melakukan pengawasan serta pendampingan terhadap para siswa agar tetap fokus pada pendidikan dan pengembangan prestasi.
“Kami berharap para pelajar dapat fokus meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik, menjauhi pelanggaran hukum, serta memanfaatkan teknologi secara positif,” tambahnya.
Kegiatan edukasi tersebut mendapat respons positif dari pihak sekolah karena dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran pelajar terhadap ancaman kejahatan digital yang kini semakin marak.
Melalui sosialisasi ini, Polres Magetan berharap para remaja mampu memahami risiko judi online dan pinjaman ilegal, sekaligus menjadi generasi yang cerdas, sehat digital, dan bertanggung jawab.
Catatan Redaksi:
Berita ini disusun berdasarkan informasi resmi dan dokumentasi kegiatan yang diterima redaksi. Penyajian berita mengedepankan unsur edukasi, keberimbangan, dan kepentingan publik sesuai Kode Etik Jurnalistik.











