BOJONEGORO — Seorang oknum guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Diponegoro, Desa Kuniran, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan ke pihak kepolisian oleh wali murid atas dugaan tindak kekerasan terhadap seorang siswa.
Korban berinisial SW disebut mengalami sejumlah luka setelah diduga dipukul oleh guru yang mengajarnya. Dugaan penganiayaan tersebut disampaikan oleh kakak korban, Khalimatus Sa’diyah, kepada awak media, Selasa (27/1/2026).
Menurut keterangan Sa’diyah, peristiwa itu dipicu karena korban tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Pramuka. Padahal, korban baru kembali masuk sekolah setelah beberapa hari izin akibat mengalami kecelakaan lalu lintas.
“Adik saya sempat izin ke wali kelas karena habis kecelakaan. Tapi ketika masuk sekolah lagi, malah disuruh berdiri dan kemudian dipukul,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dugaan pemukulan dilakukan lebih dari satu kali. Korban bahkan disebut sempat terjatuh dan kembali mendapat pukulan menggunakan benda menyerupai stik drum ke bagian punggung.
Pihak keluarga menyayangkan kejadian tersebut, terlebih korban diketahui memiliki kondisi fisik tertentu karena lahir secara prematur, yang menurut keluarga telah diketahui pihak sekolah sejak awal pendaftaran.
Usai kejadian, korban dipulangkan ke rumah dengan didampingi beberapa guru, termasuk oknum terduga pelaku. Ibu korban disebut mengalami syok dan menangis saat mengetahui peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Hidayat Rahman, menyatakan telah menurunkan tim untuk melakukan penelusuran dan klarifikasi di SMK Diponegoro.
“Kami sudah menerjunkan tim untuk mendalami kejadian ini, termasuk status kepegawaian guru yang bersangkutan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan tidak dibenarkan di lingkungan pendidikan dan sanksi kepada siswa harus bersifat edukatif.
Terpisah, Kapolsek Purwosari AKP Subeki membenarkan adanya laporan dari pihak keluarga korban. Namun saat ini, kata dia, proses masih dalam tahap mediasi.
“Laporan sudah masuk dan saat ini masih dilakukan mediasi antara kedua belah pihak,” jelasnya.
